![]() |
| Perawatan pasien terminal. Credit: verywellhealth.com |
Daftar isi:
Beberapa penyakit ganas dapat dengan mudah merenggut nyawa seorang penderita kapan pun tanpa bisa mendapatkan pengobatan kuratif atau ditolong secara medis. Seorang pasien yang telah memasuki kondisi terminal tentu tidak punya pilihan lain selain menunggu ajal menjemput.
Saat seseorang diputuskan dalam kondisi terminal tentu akan mengalami kejolak emosional yang berakibat terhadap psikis atau pun fisik yang tak terkontrol. Di dunia medis telah tersedia perawatan untuk pasien dengan kondisi terminal.
Pengertian Kondisi Terminal
Menurut Stuard & Sundeen tahun 1995
Mereka mengartikan penyakit terminal adalah penyakit yang tidak bisa lagi disembuhkan baik secara medis atau pun obat-obatan. Sehingga hanya kematianlah yang menanti dalam kurun waktu bervariasi.Menurut Tim Medis Rumah Sakit Dharmais tahun 1996
Penyakit terminal atau stadium lanjut tidak dapat diobati dan bersifat progresif sehingga tindakan pengobatan hanya bersifat paliatif dengan tujuan untuk mengurangi keluhan dan memberikan kualitas hidup yang baik.Penyakit Terminal
Beberapa penyakit yang bertanggung jawab terhadap kondisi terminal adalah sebagai berikut:- Penyakit kronis seperti Hipertensi, Gagal Jantung, Ginjal Kronis, Sirosis Hepatitis, TBC, Pneumonia, Edema Pulmonal. Penyebutan penyakit tersebut adalah Congestif Renal Falure (CRF)
- Kondisi ganas seperti Leukemia, Kanker Liver, Kanker Pankreas, Kanker Paru, Kanker Otak. Penyebutan penyakit tersebut adalah Ca.
- Penyakit infeksi yang parah, matinya batang otak, stroke multiple sklerosis
- Kecelakaan fatal dan
- AIDS
Tujuan Perawatan Terminal
Walau telah diketahui secara medis, pasien yang telah memasuki kondisi terminal tidak lagi bisa mendapatkan pengobatan untuk kesempatan hidup lebih lama, namun pasien terminal tetap harus memperoleh perawatan.Tujuan dari perawatan kepada pasien terminal adalah untuk memberikan dukungan, bantuan, kenyamanan dan ketenangan dalam menjalani sisa hidupnya.
